22 May 2011

TENTANG DUNIA

Allah SWT. berfirman dalam Hadits Qudsi:

"Wahai dunia! Berkhidmatla kepada orang yang telah berhidmat kepada-Ku, perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu".
(HQR al-Qudla'i yang bersumber dari Ibnu Mas'ud r.a)

Bilamana orang itu benar-benar berkhidmat kepada Allah SWT, maka dunia ini atau alam ini pasti akan berkhidmat kepadanya. Kalau ia seorang petani, sawah, ladang atau hasil buminya akan subur melimpah dan mudah rizkinya. Kalau ia seorang pedagang, akan mudah peruntungan dalam perdagangannya, mudah dapat kemajuan dalam perusahaannya, ia mudah mendapat rizki yang halal.

Orang yang berkhidmat kepda Allah, senantiasa akan menikmati sehat badan, menikmati ketenangan hidup,menikmati kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga, menikmati kerukunan bertetangga dan lain-lain. Meskipun hidupnya sederhana, akan tetapi hidup dan kehidupannya itu benar2 mendapat dukungan dan pelayanan dari seluruh kehidupan dunia sekitarnya.

Allah SWT. telah menundukkan dan menyerahkan DUNIA ini dengan segala yang ada padanya, juga seluruh langit dengan isinya kepada manusia, untuk diusahakan dan diolahnya, guna memenuhi keperluan hidupnya, dengan berpedoman pada tuntunan agama Allah.

Allah berfirman:
"Tidaklah kalian perhatikan bahwa Allah menundukkannya untuk (kepentingan) kalian apa yang ada di langit dan di bumi dan menyempurnakan untuk kalian nikmat-Nya lahir dan batin... (Q.S. 31 Luqman:20)

Namun yang sangat diutamakan, ialah keseimbangan kehidupan kini di dunia dengan kehidupan kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT :

Dan usahakanlah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (untuk kebahagiaan) akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah berusaha berbuat kerusakan di (muka) bumi. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. ( Q.S. al-Qashash:77).

Keseimbangan hidup ini sangat tergantung niat hati, apakah akan menggunakan dunia ini sebagai jembatan bagi kehidupan di alam akhirat ataukah hanya untuk menghambakan diri pada dunia.

Dalam Hadits mengenai "niat" yang diriwayatkan oleh Umar ra. bahwa tiap-tiap amalan perbuatan haruslah berlandaskan niat, dan nilai amal yang dikerjakan itu pada sisi Allah SWT. tergantung pada niat orang yang mengerjakannya, yakni kepada NAWAITU-nya. Karena itu agar kita berkhidmat kepada Allah, niatkanlah semua urusan dunia yang kita kerjakan, untuk bekal diakhirat.

Seorang suami yang membanting tulang mencari nafkah bagi istri dan anak-anaknya, dengan niat agar istri dan anak-anaknya tidak bimbang mengerjakan ibadah, agar anak-anaknya tekun menuntut ilmu maka usaha itu akan diperhitungkan sebagai amal kebajikan yang akan mendapat pahala dan di masukan dalam golongan urusan akhirat juga.

Sebagian Hadits-Hadits Nabi saw. mengenai urusan dunia :
Barang siapa yang menjadikan dunia ini (pusat) cita-citanya, niscaya Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kepapan menghantui dirinya serta tidak akan datang kepadanya keduniaan melainkan sekedar apa yang telah ditetapkan. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat itu niatnya, niscaya Allah akan menghimpunkan segala urusan serta menciptakan kepuasan dalam hatinya sementara dunia datng tunduk kepadanya.

Barang siapa yang bertekad hanya menghubungkan diri kepada Allah SWT. semata, niscata Allah menjamin segala keperluannya. Dan memberi rizki dari yang tidak pernah didugannya. Dan barang siapa yang bertekad menghubungkan diri kepada dunia semata, niscaya Allah menyerahkannya pada dunia itu.

Sesungguhnya Allah menjaga dan membatasi hamba-Nya yang Mu'min dari dunia walaupun ia senang kepadanya, sebagaimana kalian menjaga dan membatasi orang sakit dari makanan dan minuman tertentu. (H.R. al-Hakim yang bersumber dari Abi Said dengan dla'if).

Wahai dunia jadikanlah engkau sangat pahit kepada wali-wali-Ku dan janganlah engkau menampakkan kemanisanmu kepada mereka untuk menggoda mereka. (HQR Qudla'i yang bersumber dari Ibnu Mas'ud ra.)

0 comments:

Post a Comment